Tuesday, January 12, 2016
“The only important thing on the television is the switch-off..” – unknown Sudah sekitar 5 tahun belakangan ini minatku menonton televisi jauh berkurang, karena aku (baru) menyadari bahwa sebagian besar—jika tidak dapat dikatakan seluruhnya—acara dalam kotak tersebut hanya menyajikan kekonyolan dan omong-kosong belaka.
Obrolan dan racauan silih berganti terlontar dari mulut kami, diiringi semilir angin sore tadi. Di sebuah balai rw, di tepi tanah lapang yang masih sering disebut rawa, meski sudah tersentuh pembangunan di beberapa bagiannya. “…karena manusia-manusia yang ada disini sudah tidak manusiawi lagi..” begitu kira-kira racauan seorang teman, yang ditujukan pada kami (termasuk dirinya sendiri) […]
“You’re my little indigo girl, indigo eyes, indigo mind.. You’re my little indigo girl, indigo smile, indigo frown..”, ucapnya mengikuti lagu yang terputar sembari menepuk-nepuk lemah penuh sayang punggung anak pungutnya yang tertidur lelap dalam dekapannya.
“Nobody dies as a virgin. Life fucks us all.” ~ Kurt Cobain. Kerja.. Betapa memuakkannya hal itu bagiku. Yang kumaksud kerja disini jelas, melakukan suatu kegiatan untuk mendapatkan uang, yang kelak akan digunakan untuk melanjutkan hidup: membeli makan, minum, pulsa seluler; membayar tagihan listrik, cicilan motor, mobil, atau pun rumah; menimbun harta demi meningkatkan […]
Also filed in
|
Tagged uang
|
Monday, February 24, 2014
Ku lemparkan sebuah potongan keramik yang lumayan besar ke arah mereka, yang kemudian suara pecahnya meredam gelak-tawa di taman kecil itu. Kesunyian yang menyusul segera membuatku menyandarkan diri di antara pilar gapura di dekatku, kembali merokok dan duduk menunggu. Dan dalam beberapa menit yang tak lama, tiga temanku mendapatiku disana. Dua diantaranya begitu terkejut, lalu […]
Wednesday, September 18, 2013
Hampa. Ini yang makin sering kurasakan belakangan ini, akibat (dapat dikatakan) rutinnya mengkonsumsi psikotropika murah. Benar, aku adalah seorang escapist. Atau apalah sebutan para straight-edge untuk mereka yang suka bermabuk-mabukan. Persetan. Sebut saja aku seorang hippie. Pecundang. Melarikan diri dari kenyataan hidup untuk menjadi seorang dewasa. Bekerja. Menjadi menyebalkan karena terpaksa mengikis sisi kekanakkan untuk […]
Tuesday, September 17, 2013
“Come and take a look out through my eyes And you decide, why people act this way? People thieving, fighting, telling lies They critize and hate each other..” ~ Steven & Coconut Treez. Generasi muda negara ini, saat ini, sedang menggilai reggae. Dapat dikatakan mereka yang berasal dari keluarga kelas menengah ke bawah lah […]
Also filed in
|
Tagged reggae
|
Selamat hari raya idul fitri, untuk kalian yang merayakannya. Selamat bersuka-cita, bagi kalian yang merasakannya. Selamat berlibur, bagi kalian yang tidak lagi perlu berpeluh untuk makan walau hanya untuk sesaat. Selamat, untuk kalian yang terpaksa menyembunyikan identitas, yang melewati 1 bulan waktu dengan dihantui ketakutan akan disapu. Selamat, untuk kalian yang semakin terbebani oleh menggilanya […]
Also filed in
|
Tagged agama
|
Untuk Elis, yang telah memanipulasi imajiku. Untuk Molly, Ocha, mungkin juga Ella, Tika, dan Eru, yang telah sudi mendengarkan. Dan untuk Firda; yang telah menyerah; bersiap menjadi seorang ibu, di usianya kini yang belia. “Nomer lama?” “Iya. Kok tau?” “Dulu kan aku hafal nomer kamu ini. Jadi agak inget gitu deh..”, jelasnya. ~ “Kenalin dong […]
Entah sudah berapa lintingan ganja kering dan kantung miras oplosan yang habis. Yang pasti, kami sudah cukup mabuk. Kami mulai asyik masing-masing. Ada yang masih lanjut mengobrol sekalipun menurut pengamatanku, gak nyambung; sibuk dengan ponselnya, dan menonton tivi. Aku sendiri memilih merebahkan tubuh di kasur, bergabung dengan mereka yang sedang menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola di tivi […]