Untuk para orangtua yang membanggakan almamater dan status sosial anaknya. Mungkin juga untuk kamu, KTM, dan kartu identitas perusahaanmu. Pernahkah sekali saja terlintas dalam pikiranmu, “Untuk apa (ada) sekolah”? Untuk apa orangtua bekerja keras mencari uang untuk membiayai sekolah anaknya? “Sekolah lah setinggi mungkin, agar semakin banyak ilmu yang kau dapat..” hanyalah sekedar klise bagiku. […]
Saturday, January 26, 2013
Halte “Sekolahan”, Gunung Sahari – Jakarta Pusat 22 Januari 2013, sekitar pukul 4 sore. Terpaksa kami harus berteduh karena gerimis secara mendadak berubah menjadi hujan yang begitu lebat. Sial, pikirku. Namun jelas, lebih sial mereka yang rumahnya masih tergenang air akibat banjir yang melanda Jakarta beberapa hari sebelumnya, yang salah satu titiknya kami lewati tadi. […]
Seperti stimulan memabukkan lainnya, aku suka alkohol. Minuman beralkohol tepatnya, atau yang biasa disebut dengan miras (minuman keras). Mereka membantuku untuk merasa senang dan tenang. Sementara orang-orang ‘sehat’ berkata, “Apa kamu tidak bisa merasa bahagia tanpa barang-barang tersebut?”, aku tak peduli. Persetan. Pada hakikatnya, alkohol memiliki manfaat medis. Tentu tidak sulit mencari referensi atas asumsiku barusan. […]
Wednesday, December 12, 2012
“Sometimes anti-social, but always anti-racist.” ~ Combat 34. Ada saatnya bagi seseorang menjadi seorang anti-sosial, bahkan tanpa disadarinya. Kesendirian. Itulah yang kita inginkan kadang, akuilah.. Ada saatnya, kita ingin sendiri dan larut dalam sepi. Membaca sebuah buku ataupun status teman di sosial media, mendengarkan lagu kesukaan dengan volume rendah, berkontemplasi, atau bahkan sekedar mengkhayal. Ada saatnya, kita […]
Wednesday, December 5, 2012
Bagimu agamamu, bagiku itu palsu. Bagimu agamamu, bagiku nanti dulu.. Bagimu agamamu, bagiku cuma nyaru. Bagimu agamamu, bagiku silit mambu. Bagimu agamamu, bagiku tak beda dengan candu. Bagimu agamamu, bagiku jelas tiran. Bagimu agamamu, bagiku pembodohan. Bagimu agamamu, bagiku murni racun. Bagimu agamamu. Bagiku, tidak perlu. Bagiku, sebutir peluru yang ditembakkan tepat di jantungmu; agamamu. […]