Monday, December 15, 2014
Untuk kalian, penyuka malam.Dan untuk setiap Putri Herlina, hormatku untukmu. Selinting daun ganja kering nyaris habis terbakar kala obrolan itu tercipta dini hari kemarin, setelah sebelumnya psikoaktif dari obat murah menjalar dalam tubuh bersama berkantung-kantung minuman keras yang juga murah. Berawal dari obrolan yang begitu acak, yang kerap absurd; obrolan orang-orang mabuk. Obrolan berlanjut pada […]
Monday, February 24, 2014
Ku lemparkan sebuah potongan keramik yang lumayan besar ke arah mereka, yang kemudian suara pecahnya meredam gelak-tawa di taman kecil itu. Kesunyian yang menyusul segera membuatku menyandarkan diri di antara pilar gapura di dekatku, kembali merokok dan duduk menunggu. Dan dalam beberapa menit yang tak lama, tiga temanku mendapatiku disana. Dua diantaranya begitu terkejut, lalu […]
Sejak siang langit sudah mendung. Ia tak hentinya menjatuhkan butiran-butiran kecil air dari awannya. Ya, butiran kecil, yang setahuku disebut gerimis, bukan hujan. Aku memutuskan untuk berangkat sebelum gerimis kembali membasahi bumi di bagian tempatku berada. Bersama teman-teman yang memutuskan untuk ikut serta bersamaku, kami pun berangkat.Perjalanan cukup menyenangkan. Kami sesekali tertawa dengan suara yang […]
Shella bilang, dia tidak takut mati. Proses kematiannya lah yang dia takuti: damai ketika tidur atau berakhir dengan tragis di jalan(?) “Aku mimpiin kamu..” jelasmu dalam pesan itu.“Ngewi?” candaku. “Gak ada hubungannya sama itu. Aku mimpi kamu putih. Katamu karena pakai obat pemutih muka palsu gitu,” jelasmu seraya tertawa ringan.
Also filed in
|
|
“Mandi gih..” ucap Mas E. “Iya, nanti aja.” balasku singkat. “Itu namanya apa ya Mas? Saya lupa.” “Eskavator.” jawabnya. Terus kupandangi alat berat tersebut mengeruki tanah yang ada di depannya, yang menurutku akan menjadi septictank gedung di hadapanku yang masih dalam tahap pembangunan. Mesin itu terus mengeruk, hingga lapisan tanah mencapai warna gelapnya. Sementara beberapa […]
Seperti biasa, kekonyolan Jap membuat ku tertawa. Malam itu, tiada hentinya dia menjadikan Kes bahan lelucon sebagai nina-bobo kami. Disamping itu memang merupakan salah satu hobinya belakangan ini, ku rasa kekalahannya dalam berjudi beberapa saat sebelumnya akibat tantangan Kes adalah faktor pendorong Jap begitu antusias membuat kami menertawakan Kes saat itu. “Kita jujur-jujuran ayo.. Demi […]
Entah sudah berapa lintingan ganja kering dan kantung miras oplosan yang habis. Yang pasti, kami sudah cukup mabuk. Kami mulai asyik masing-masing. Ada yang masih lanjut mengobrol sekalipun menurut pengamatanku, gak nyambung; sibuk dengan ponselnya, dan menonton tivi. Aku sendiri memilih merebahkan tubuh di kasur, bergabung dengan mereka yang sedang menyaksikan sebuah pertandingan sepakbola di tivi […]
Aku tak tahu sejak kapan tepatnya si bapak duduk menanti di sana. Di atas vespa birunya, di pinggir jalan di depan sebuah rumah makan, seorang diri. Dengan barang bawaan disusun sedemikian rupa agar dapat dibawa dengan vespanya tersebut. Ada semacam tripod disana. Berdasarkan informasi dari temanku, si bapak sudah di sana selama 1-2 jam. Menanti si pemilik rumah makan […]
Siang tadi aku terbangun, bukan hanya karena lapar yang memang sering membangunkanku. Dengan sisa-sisa alkohol di kepala, aku mencoba beradaptasi dengan keramaian yang tak biasanya hadir di rumahku. Beberapa orang yang tidak ku kenal, beberapa adik sepupuku, ayahku, dan tiga orang pamanku. Pakaian mereka rapi. Acara formal, pikirku. Namun, aku sempat heran. Tidak ada satu pun […]
Saturday, January 26, 2013
Halte “Sekolahan”, Gunung Sahari – Jakarta Pusat 22 Januari 2013, sekitar pukul 4 sore. Terpaksa kami harus berteduh karena gerimis secara mendadak berubah menjadi hujan yang begitu lebat. Sial, pikirku. Namun jelas, lebih sial mereka yang rumahnya masih tergenang air akibat banjir yang melanda Jakarta beberapa hari sebelumnya, yang salah satu titiknya kami lewati tadi. […]