Obrolan dan racauan silih berganti terlontar dari mulut kami, diiringi semilir angin sore tadi. Di sebuah balai rw, di tepi tanah lapang yang masih sering disebut rawa, meski sudah tersentuh pembangunan di beberapa bagiannya.
“…karena manusia-manusia yang ada disini sudah tidak manusiawi lagi..” begitu kira-kira racauan seorang teman, yang ditujukan pada kami (termasuk dirinya sendiri) yang sedang dalam pengaruh THC; berusaha menjabarkan maksud dari lagu yang sedang diputar oleh pemutar musik di ponselnya, mungkin begitu maksudnya..
Keliru, batinku, menampik racauan tersebut. Justru momen seperti itu sungguh manusiawi bagiku. Tertawa.. Riang.. Bahagia.