“Ini aja dia yang nyiptain yaa..?” ucapnya seraya menunjuk langit. “Iya..” jawabku singkat. “Tapi yang beruntung Islam ya, bisa mendapatkan ini semua..” lanjutnya. Aku terdiam sejenak, menatapnya, yang balas menatapku. Lalu aku kembali menghisap rokokku. Pelan dan dalam..
Saturday, December 5, 2015
Sepatutnya kuucapkan terima kasih yang sangat pada Tarjo. Karena melalui senartogok, dia telah meyakinkanku agar tidak lagi merasa malu untuk menangis. Membuatku berhenti beranggapan bahwa menangis hanyalah untuk orang-orang yang lemah sedangkan aku begitu tegar dalam menghadapi kebrutalan hidup. Terima kasih telah membantuku kembali menjadi manusia.
Monday, December 15, 2014
Untuk kalian, penyuka malam.Dan untuk setiap Putri Herlina, hormatku untukmu. Selinting daun ganja kering nyaris habis terbakar kala obrolan itu tercipta dini hari kemarin, setelah sebelumnya psikoaktif dari obat murah menjalar dalam tubuh bersama berkantung-kantung minuman keras yang juga murah. Berawal dari obrolan yang begitu acak, yang kerap absurd; obrolan orang-orang mabuk. Obrolan berlanjut pada […]
Selamat hari raya idul fitri, untuk kalian yang merayakannya. Selamat bersuka-cita, bagi kalian yang merasakannya. Selamat berlibur, bagi kalian yang tidak lagi perlu berpeluh untuk makan walau hanya untuk sesaat. Selamat, untuk kalian yang terpaksa menyembunyikan identitas, yang melewati 1 bulan waktu dengan dihantui ketakutan akan disapu. Selamat, untuk kalian yang semakin terbebani oleh menggilanya […]
Filed in imaji
|
Also tagged
|
Wednesday, December 5, 2012
Bagimu agamamu, bagiku itu palsu. Bagimu agamamu, bagiku nanti dulu.. Bagimu agamamu, bagiku cuma nyaru. Bagimu agamamu, bagiku silit mambu. Bagimu agamamu, bagiku tak beda dengan candu. Bagimu agamamu, bagiku jelas tiran. Bagimu agamamu, bagiku pembodohan. Bagimu agamamu, bagiku murni racun. Bagimu agamamu. Bagiku, tidak perlu. Bagiku, sebutir peluru yang ditembakkan tepat di jantungmu; agamamu. […]