Skip to content

Tag Archives: cinta

Hujan di bulan Desember: Air Mata.

Sepatutnya kuucapkan terima kasih yang sangat pada Tarjo. Karena melalui senartogok, dia telah meyakinkanku agar tidak lagi merasa malu untuk menangis. Membuatku berhenti beranggapan bahwa menangis hanyalah untuk orang-orang yang lemah sedangkan aku begitu tegar dalam menghadapi kebrutalan hidup. Terima kasih telah membantuku kembali menjadi manusia.

Spekulasi + patriarki = asumsi

Siang tadi aku terbangun, bukan hanya karena lapar yang memang sering membangunkanku. Dengan sisa-sisa alkohol di kepala, aku mencoba beradaptasi dengan keramaian yang tak biasanya hadir di rumahku. Beberapa orang yang tidak ku kenal, beberapa adik sepupuku, ayahku, dan tiga orang pamanku. Pakaian mereka rapi. Acara formal, pikirku. Namun, aku sempat heran. Tidak ada satu pun […]

Pelukan yang terbuang

Rintik hujan masih belum berhenti sepenuhnya. Kami lanjutkan menghisap dalam-dalam rokok kami di dalam hangatnya warkop dengan kopi, teh, dan gorengan dihadapan kami. Entah sudah berapa menit aku asyik memandangi tetes air di luar, Dia mengagetkanku.. Entah darimana dirinya. Namun Dia kembali memasuki petak kecil warkop bersama seorang bocah, sekitar 7-10 tahun. Entahlah, aku tak begitu […]