Obrolan dan racauan silih berganti terlontar dari mulut kami, diiringi semilir angin sore tadi. Di sebuah balai rw, di tepi tanah lapang yang masih sering disebut rawa, meski sudah tersentuh pembangunan di beberapa bagiannya. “…karena manusia-manusia yang ada disini sudah tidak manusiawi lagi..” begitu kira-kira racauan seorang teman, yang ditujukan pada kami (termasuk dirinya sendiri) […]
“You’re my little indigo girl, indigo eyes, indigo mind.. You’re my little indigo girl, indigo smile, indigo frown..”, ucapnya mengikuti lagu yang terputar sembari menepuk-nepuk lemah penuh sayang punggung anak pungutnya yang tertidur lelap dalam dekapannya.
Monday, February 24, 2014
Ku lemparkan sebuah potongan keramik yang lumayan besar ke arah mereka, yang kemudian suara pecahnya meredam gelak-tawa di taman kecil itu. Kesunyian yang menyusul segera membuatku menyandarkan diri di antara pilar gapura di dekatku, kembali merokok dan duduk menunggu. Dan dalam beberapa menit yang tak lama, tiga temanku mendapatiku disana. Dua diantaranya begitu terkejut, lalu […]