Saturday, December 5, 2015
Sepatutnya kuucapkan terima kasih yang sangat pada Tarjo. Karena melalui senartogok, dia telah meyakinkanku agar tidak lagi merasa malu untuk menangis. Membuatku berhenti beranggapan bahwa menangis hanyalah untuk orang-orang yang lemah sedangkan aku begitu tegar dalam menghadapi kebrutalan hidup. Terima kasih telah membantuku kembali menjadi manusia.
Sejak siang langit sudah mendung. Ia tak hentinya menjatuhkan butiran-butiran kecil air dari awannya. Ya, butiran kecil, yang setahuku disebut gerimis, bukan hujan. Aku memutuskan untuk berangkat sebelum gerimis kembali membasahi bumi di bagian tempatku berada. Bersama teman-teman yang memutuskan untuk ikut serta bersamaku, kami pun berangkat.Perjalanan cukup menyenangkan. Kami sesekali tertawa dengan suara yang […]
Saturday, January 26, 2013
Halte “Sekolahan”, Gunung Sahari – Jakarta Pusat 22 Januari 2013, sekitar pukul 4 sore. Terpaksa kami harus berteduh karena gerimis secara mendadak berubah menjadi hujan yang begitu lebat. Sial, pikirku. Namun jelas, lebih sial mereka yang rumahnya masih tergenang air akibat banjir yang melanda Jakarta beberapa hari sebelumnya, yang salah satu titiknya kami lewati tadi. […]
Tuesday, January 15, 2013
Rintik hujan masih belum berhenti sepenuhnya. Kami lanjutkan menghisap dalam-dalam rokok kami di dalam hangatnya warkop dengan kopi, teh, dan gorengan dihadapan kami. Entah sudah berapa menit aku asyik memandangi tetes air di luar, Dia mengagetkanku.. Entah darimana dirinya. Namun Dia kembali memasuki petak kecil warkop bersama seorang bocah, sekitar 7-10 tahun. Entahlah, aku tak begitu […]