Dua botol bir menjadi penutup diskusi penuh racauan malam ini. Setelah meletakkan botol kosong di sebidang tanah yang menjadi tempat tumpukan sampah, aku bergegas ke rumah. Kubuka pintu dan kudapati ayahku masih terjaga, tengah menonton televisi.
Untuk para orangtua yang membanggakan almamater dan status sosial anaknya. Mungkin juga untuk kamu, KTM, dan kartu identitas perusahaanmu. Pernahkah sekali saja terlintas dalam pikiranmu, “Untuk apa (ada) sekolah”? Untuk apa orangtua bekerja keras mencari uang untuk membiayai sekolah anaknya? “Sekolah lah setinggi mungkin, agar semakin banyak ilmu yang kau dapat..” hanyalah sekedar klise bagiku. […]
Siang tadi aku terbangun, bukan hanya karena lapar yang memang sering membangunkanku. Dengan sisa-sisa alkohol di kepala, aku mencoba beradaptasi dengan keramaian yang tak biasanya hadir di rumahku. Beberapa orang yang tidak ku kenal, beberapa adik sepupuku, ayahku, dan tiga orang pamanku. Pakaian mereka rapi. Acara formal, pikirku. Namun, aku sempat heran. Tidak ada satu pun […]