Skip to content

Tag Archives: pro choice

Sekilas tentang televisi, moralitas, dan polisi.

“The only important thing on the television is the switch-off..” – unknown Sudah sekitar 5 tahun belakangan ini minatku menonton televisi jauh berkurang, karena aku (baru) menyadari bahwa sebagian besar—jika tidak dapat dikatakan seluruhnya—acara dalam kotak tersebut hanya menyajikan kekonyolan dan omong-kosong belaka.

Benih-benih itu tumbuh subur, terus ditanami hingga tanahnya berpijak pun tandus.

Untuk Elis, yang telah memanipulasi imajiku. Untuk Molly, Ocha, mungkin juga Ella, Tika, dan Eru, yang telah sudi mendengarkan. Dan untuk Firda; yang telah menyerah; bersiap menjadi seorang ibu, di usianya kini yang belia. “Nomer lama?” “Iya. Kok tau?” “Dulu kan aku hafal nomer kamu ini. Jadi agak inget gitu deh..”, jelasnya. ~ “Kenalin dong […]

Ode untuk alkohol

Seperti stimulan memabukkan lainnya, aku suka alkohol. Minuman beralkohol tepatnya, atau yang biasa disebut dengan miras (minuman keras). Mereka membantuku untuk merasa senang dan tenang. Sementara orang-orang ‘sehat’ berkata, “Apa kamu tidak bisa merasa bahagia tanpa barang-barang tersebut?”, aku tak peduli. Persetan. Pada hakikatnya, alkohol memiliki manfaat medis. Tentu tidak sulit mencari referensi atas asumsiku barusan. […]

Sepi

“Sometimes anti-social, but always anti-racist.” ~ Combat 34. Ada saatnya bagi seseorang menjadi seorang anti-sosial, bahkan tanpa disadarinya. Kesendirian. Itulah yang kita inginkan kadang, akuilah.. Ada saatnya, kita ingin sendiri dan larut dalam sepi. Membaca sebuah buku ataupun status teman di sosial media, mendengarkan lagu kesukaan dengan volume rendah, berkontemplasi, atau bahkan sekedar mengkhayal. Ada saatnya, kita […]

Bagiku, agamamu..

Bagimu agamamu, bagiku itu palsu. Bagimu agamamu, bagiku nanti dulu.. Bagimu agamamu, bagiku cuma nyaru. Bagimu agamamu, bagiku silit mambu. Bagimu agamamu, bagiku tak beda dengan candu. Bagimu agamamu, bagiku jelas tiran. Bagimu agamamu, bagiku pembodohan. Bagimu agamamu, bagiku murni racun. Bagimu agamamu. Bagiku, tidak perlu. Bagiku, sebutir peluru yang ditembakkan tepat di jantungmu; agamamu. […]