Skip to content

Tag Archives: psikotropika

Hujan di bulan Desember: Air Mata.

Sepatutnya kuucapkan terima kasih yang sangat pada Tarjo. Karena melalui senartogok, dia telah meyakinkanku agar tidak lagi merasa malu untuk menangis. Membuatku berhenti beranggapan bahwa menangis hanyalah untuk orang-orang yang lemah sedangkan aku begitu tegar dalam menghadapi kebrutalan hidup. Terima kasih telah membantuku kembali menjadi manusia.

Banal: mengenai rutinitas dan asmara..

“I was alone, falling free, trying my best not to forget.” – Placebo. Sebagian besar, pagi yang kulalui selagi aku meneruskan hidup sebagai parasit keluarga adalah pagi yang suram. Terbangun dengan keengganan untuk beranjak dari kasur dan kebingungan untuk melakukan apa setelahnya, sementara sebagian besar manusia lain yang berada di zona waktu yang sama denganku […]

Jangan tertidur malam ini sayang..

“If you want loyalty, get a dog. If you want loyalty and attention, get a smart dog.” – Grant Fairley. Kala itu kita masih belasan, dan aku patut mensyukurinya karena seperti yang pernah kau akui, kala itu kau begitu terbuka untuk menjalin hubungan dengan orang asing; dalam hal ini lawan jenis sebayamu; seperti remaja pada […]

Manusiawi(?)

Obrolan dan racauan silih berganti terlontar dari mulut kami, diiringi semilir angin sore tadi. Di sebuah balai rw, di tepi tanah lapang yang masih sering disebut rawa, meski sudah tersentuh pembangunan di beberapa bagiannya. “…karena manusia-manusia yang ada disini sudah tidak manusiawi lagi..” begitu kira-kira racauan seorang teman, yang ditujukan pada kami (termasuk dirinya sendiri) […]

Malam: Kecaman yang begitu mencekam..

Untuk kalian, penyuka malam.Dan untuk setiap Putri Herlina, hormatku untukmu. Selinting daun ganja kering nyaris habis terbakar kala obrolan itu tercipta dini hari kemarin, setelah sebelumnya psikoaktif dari obat murah menjalar dalam tubuh bersama berkantung-kantung minuman keras yang juga murah. Berawal dari obrolan yang begitu acak, yang kerap absurd; obrolan orang-orang mabuk. Obrolan berlanjut pada […]

Suara: mereka yang tidak akan pernah dapat benar-benar diredam.

Ku lemparkan sebuah potongan keramik yang lumayan besar ke arah mereka, yang kemudian suara pecahnya meredam gelak-tawa di taman kecil itu. Kesunyian yang menyusul segera membuatku menyandarkan diri di antara pilar gapura di dekatku, kembali merokok dan duduk menunggu. Dan dalam beberapa menit yang tak lama, tiga temanku mendapatiku disana. Dua diantaranya begitu terkejut, lalu […]

Ketika alam bawah sadar menuntunmu pada Narnia..

Hampa. Ini yang makin sering kurasakan belakangan ini, akibat (dapat dikatakan) rutinnya mengkonsumsi psikotropika murah. Benar, aku adalah seorang escapist. Atau apalah sebutan para straight-edge untuk mereka yang suka bermabuk-mabukan. Persetan. Sebut saja aku seorang hippie. Pecundang. Melarikan diri dari kenyataan hidup untuk menjadi seorang dewasa. Bekerja. Menjadi menyebalkan karena terpaksa mengikis sisi kekanakkan untuk […]